Jalan-Jalan

Renjana Piknik ke Museum Gunung Merapi

mgm-1

Ayah Renjana suka naik gunung. Ibu juga. Tapi ibu naik gunung benerannya baru setelah lulus kuliah. Soalnya enggak diijinin sama eyang uti. Terus pas selesai sidang pendadaran ibu nawar lagi ke uti “berhubung sudah lulus, boleh naik gunung kan bu?”. Pas itu ada banyak kawan-kawannya ibu, jadinya dengan setengah terpaksa uti memberi restu.

Uti tu aneh, nggak tau kenapa kok nggak ngijinin ibu naik gunung. Tapi dasarnya ibu bandel, diam-diam ibu sering naik gunung pendek, terus main-main ke gua, panjat tebing, dan enggak ijin ke uti. Bilangnya kalau udah selesai sambil kasih lihat foto-fotonya. Uti pun cuma geleng-geleng.

Oya, ini kan aslinya mau cerita soal Renjana piknik ke Museum Gunung Merapi kok jadinya malah cerita soal ibu sih? Huuu ibu curang, mengambil lampu sorot di panggungnya Renjana ahahaha.

Sejak masih pacaran, ayah dan ibu punya cita-cita ngajakin anaknya naik gunung. Nah saat Renjana lahir keinginan semakin menggebu. Tapi kan Renjana masih kecil. Ayah dan ibu belum berani ngajak naik ke gunung tinggi. Naik gunung memang belum, tapi kenalan sama gunung boleh kan ya?

Kali ini kenalannya lewat Museum Gunung Merapi yang ada di Kaliurang. Pas itu kesana berlima. Ayah, ibu, Renjana, Om Ima, dan Budhe Sasha besar. Iya, Om Ima dan Budhe Sasha itu partner jalan-jalan yang seru. Renjana senang kalau ketemu mereka.

Kami datang ke museum pas hari sabtu. Tiketnya murah, cuma 5.000 dan untuk Renjana gratis. Masuk museum Renjana lihat Gunung Merapi. Tapi gunungnya boongan, kata ibu itu namanya miniatur. Ada tombol buat pencet-pencet, terus nanti terdengar suara orang cerita.

mgm-3

Ibu juga cerita sekitar tahun 2010-an saat ibu pertama datang kesini ada asap mengepul di puncak gunungnya, terus nanti ada lelehan lava warna merah dan suara gemuruh saat tombol dipencet. Tapi sekarang kayaknya gunungnya sudah rusak, jadi lavanya sudah nggak begitu kelihatan. Ah sayang ya.

Terus Renjana diajak muter-muter. Lihat foto-foto gunung berapi di seluruh dunia, alat-alat untuk memantau pergerakan gunung api dan juga gempa, aneka batu, serta sisa-sisa letusan Merapi. Dari lantai 1 kami naik ke lantai 2. Di tempat ini Renjana suka, interiornya bagus. Merah menyala dan hitam kaya warna gunung kalau lagi marah. Terus Renjana merangkak kemana-mana dan foto-foto.

Selain melihat koleksi museum, sebenarnya pengunjung bisa juga lihat film tetang Merapi di mini theaternya. Cukup bayar 5.000. Tapi waktu itu Renjana nggak nonton soalnya mau lanjut pergi ke Wisma UKDW tempat kakak-kakak PMK UNY lagi pada retreat.

Btw om dan tante pernah ke Museum Gunung Merapi belum? Sekarang Renjana baru bisa main ke museumnya, besok gede main ke Gunung Merapi beneran ah. Iya kan ayah? Ibu?

Sleman, 26 September 2015

Advertisements

2 thoughts on “Renjana Piknik ke Museum Gunung Merapi

  1. Ibukk gayanya necis yaaa. Wkwkwkw. Iya, Buk sama aku juga ndak pernah dibolehin piknik apalagi naek gunung sama ortu, tapi ya gitu tetep bandel. Kan gak papa yaaak, selagi jaga kepercayaan ortu wkwkw.

    Ibukk aku ngefans sama Renjana, kali pertama ketemu, keinget sama tulisanku yg dulu pake nama Renjana πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s